← Kembali ke Fireball
🔥 Bola Api & Fireball10 Agustus 2026

Bola Api Meteor Tumbuk Bumi

📊 Data Teknis NASA/JPL

Tanggal

2025-08-19

Energi

65.8 GJ

Setara

15.73 kt TNT

Kecepatan

19.6 km/s

☁️ Kondisi Cuaca Lokasi Kejadian (Saat Ini)

Kondisi

awan mendung

Suhu

27°C

Kelembapan

75%

Angin

3.03 m/s

Sumber: NASA/JPL Fireball Data API

BAGIKAN:🟢 WA🔵 TG📘 FB PIN
🌠
Meteorit Indonesia
Bola Api & Fireball
Bola Api Meteor Tumbuk Bumi
📅 TERBIT: 10 Agustus 2026

Bola Api Meteor Tumbuk Bumi

Fireball masuk atmosfer Bumi dengan energi ledakan 65.8 GJ, mendekati kekuatan bom atom Hiroshima. Kejadian ini terdeteksi oleh sensor inframerah global NASA.

Kunjungi Situs Kami

meteorit.my.id

Bola Api Meteor Tumbuk Bumi

Bola Api Meteor: Fenomena Alam yang Mengagumkan

Bola api meteor, atau fireball, adalah fenomena alam yang terjadi ketika sebuah meteoroid memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi dan menghasilkan cahaya yang sangat terang. Peristiwa ini relatif sering terjadi, tetapi kebanyakan tidak terdeteksi karena jatuh di daerah terpencil atau di atas lautan.

Apa itu Fireball?

Fireball adalah meteoroid yang memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 10-20 km/s. Ketika memasuki atmosfer, meteoroid ini mengalami gesekan dengan molekul udara, menyebabkan permukaannya memanas dan menghasilkan cahaya. Jika meteoroid ini cukup besar, ia dapat bertahan sampai mencapai permukaan Bumi, tetapi kebanyakan meteoroid habis terbakar di atmosfer.

Kejadian Terbaru

Pada tanggal 19 Agustus 2025, pukul 14:08:48 UTC, sebuah fireball terdeteksi masuk ke atmosfer Bumi di lokasi dengan lintang 30.9° N dan bujur 131.8° E. Energi ledakan dari kejadian ini adalah 65.8 GJ, setara dengan 15.73 kiloton TNT. Untuk membandingkan, bom atom Hiroshima memiliki kekuatan sekitar 63 TJ atau 15 kiloton. Kejadian ini terjadi pada ketinggian 27.5 km dengan kecepatan 19.6 km/s.

Deteksi oleh NASA

Kejadian fireball ini terdeteksi oleh sensor inframerah global yang dioperasikan oleh NASA. Sistem ini dapat mendeteksi perubahan suhu yang signifikan di atmosfer, seperti yang terjadi ketika sebuah meteoroid memasuki atmosfer. Dengan menggunakan data dari sensor ini, ilmuwan dapat menghitung energi ledakan, kecepatan, dan lokasi kejadian.

Bahaya bagi Penduduk

Meskipun fireball dapat menghasilkan energi ledakan yang signifikan, kebanyakan tidak berbahaya bagi penduduk. Kebanyakan meteoroid habis terbakar di atmosfer sebelum mencapai permukaan Bumi. Namun, jika sebuah meteoroid yang cukup besar memasuki atmosfer dan mencapai permukaan, ia dapat menyebabkan kerusakan signifikan.

Kesimpulan

Fireball adalah fenomena alam yang mengagumkan dan relatif sering terjadi. Dengan menggunakan teknologi canggih seperti sensor inframerah global, ilmuwan dapat mendeteksi dan mempelajari kejadian ini. Meskipun kebanyakan fireball tidak berbahaya bagi penduduk, penting untuk terus memantau dan mempelajari fenomena ini untuk memahami lebih baik tentang alam semesta kita.

Source: NASA Open Data APIs Sumber Data: Pusat Data Publik Antariksa

Data bersumber dari NASA/JPL Fireball Data API — Domain Publik, bebas lisensi.

Artikel ini dibuat secara otomatis oleh sistem AI Meteorit Indonesia untuk tujuan edukasi.